Berita  

Vidio Perdamaian Perundungan Anak Di Karawang, Tuai Pro Kontra Publik

Foto : Vidio perundungan yang sempat viral di medsos

KARAWANG |Infokeadilan.com – Sebuah video viral menampilkan aksi perundungan yang menggemparkan warga di Cibalongsari, Kecamatan Klari. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anak di bawah umur menjadi korban pemukulan oleh seseorang yang sudah dewasa. Insiden tersebut menimbulkan kecaman dan kecamuk di media sosial, dengan banyak netizen mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Warga setempat mengekspresikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. “Ini sungguh tragis melihat anak kecil menjadi korban perundungan seperti ini. Semoga pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman setimpal,” Ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Kapolres Karawang melalukan Kasie Humas Polres Karawang mengatakan, bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.

Selang waktu kemudian permasalahan tersebut sudah berakhir dengan damai atau RJ. Akan tetapi dari hasil perdamaian tersrbut diduga ada kejanggalan, pasalnya yang melakukan perdamaian hanya satu orang, sementara dalam video tersebut jelas terlihat yang melakukan perundungan tersebut lebih dari satu orang.

Foto : Pelaku perundungan dalam vidio saat meminta permohanan maaf

Dalam permasalahan ini Ketua IWOI DPD Karawang Syuhada Wisastra Amd, CHRM menyayangkan terjadinya kejadian tersebut.

“Peristiwa ini jelas membangkitkan akan pentingnya kesadaran tentang perlindungan terhadap anak anak dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. Organisasi perlindungan anak seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyerukan agar masyarakat lebih proaktif dalam melaporkan kasus kasus serupa dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak,” Terangnya

Terkait hal ini di harapkan APH dapat menindaklanjutinya agar tidak terjadi hal yang serupa di kemudian hari terhadap anak-anak dibawah umur dan tindakan perundangan pun takan terjadi di kemudian hari.

•Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *