BEKASI |infokeadilan.com – Kisah dan perjuangan seorang Ibu Een Sumiarsih berusia 45 tahun yang begitu sabar merawat anak pertamanya Bintar (26) bersama Istri Firmansyah yang keduanya terbaring tak berdaya karena menderita kelumpuhan.
Derita yang di alami Ayah dan anak pertamanya Firmansyah tersebut sejak tahun 2016 lalu yang mengalami musibah kecelakaan akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi hingga mengakibatkan kedua kakinya di amputasi. Sedangkan Bintar mengalami musibah karena terpeleset di areal kolam renang sehingga mengalami kelumpuhan selama kurang lebih sudah hampir enam bulan di 2024 ini.
Firmansyah dan Bintar terlihat terkulai lemah tak berdaya di tempat tidur kayu di kediamannya yang berlikasi RT 03/04, Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Berdasarkan pantauan awak media rumah yang ditempatinya sangat tidak layak, terlihat masih bangunan lama yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu serta lantainyapun masih beralaskan tanah, Senin (30/12/2024).
Dikatakan Een Sumiarsih, selama ini selain Pemerintah Desa Sukaraya sudah ada dari pihak Dinsos Kabupaten Bekasi dan Kemensos yang membantu kami.
“Untuk saat ini dan kedepannya saya berharap bantuan dari pihak manapun, khususnya para relawan dan donatur, selama ini saya terkendala untuk biaya pengobatan, saya ingin anak dan suami saya di bawa ke pengobatan alternatif, Karena saya sebagai ibunya Bintar melihat anak saya dibawa ke RS terlalu jauh dan sering ngantri, kasihan Bintar, karena tulang belakangnya kesakitan saat dibawa bergerak.” Harap Een.
“Kami berharap semoga dari pihak pemerintah daerah agar bisa bantu kondisi rumahnya yang sudah tak layak. Dalam kesempatannya Een dihadapan awak media, mengucapkan banyak terimakasih kepada relawan Eslan, (GSJ) Gerakan Sedekah Jumat dan pemerintah desa yang selama ini sudah peduli kepada suami dan anak saya.” Ungkapnya.
Sementara itu dilokasi yang sama, Elis Y.N Ketua (GSJ) Gerakan Sedekah Jum’at desa Sukaraya. Elis menjelaskan, kurang lebih sekitar dua bulan yang lalu pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada warga yang mengalami kelumpuhan
“Sekitar dua bulan yang lalu kami mendapatkan informasi terkait hal ini. Sehingga saat ini kami langsung berikan bantuan dan pendampingan untuk berobat kami bekerjasama dengan pemdes desa Sukaraya yang menyiapkan mobil ambulance untuk keluarga tersebut.” Ujarnya.
“Kurang lebih beberapa tahun yang lalu, bapak Firmansyah jatuh dari tiang listrik, kemudian kakinya membusuk akhirnya kedua kakinya di amputasi, selain itupun Firmansyah mengalami stroke.” Ungkap Elis.
“Kemudian anaknya yang bernama Bintar mengalami sakit kurang lebih empat bulanan, akibat terpeleset di kolam renang, yang mengakibatkan Bintar mengalami kelumpuhan.” Jelasnya.
“Pada saat kami melihat kondisi keluarga ibu Een, awalnya mereka ngontrak karena melihat kondisi rumahnya tak layak dihuni, jadi Een bersama suami dan anaknya mencari tempat yang nyaman, tetapi kurang lebih mau ketiga bulan, kontrakan tidak bisa dilanjutkan karena kendala keuangan.” Tambahnya.
“Akhirnya karena kami fokus kesehatan Bintar, waktu itu Bintar sempat putus asa tidak mau berobat lagi, dengan alasan takut, kemudian kami berikan semangat dan motivasi untuk Bintar, karena harapan untuk sembuh pasti ada, kemudian dalam kurun waktu seminggu Bintar mau menjalani pengobatan.” Jelasnya.
“Kamipun dari pihak (GSJ) Gerakan Sedekah Jumat bersama Pemdes Sukaraya, memberikan support untuk pegangan selama menjalani pengobatan di rumah sakit dan Alhamdulillah BPJS-nya aktif. Alhamdulillah, keluarga ibu Een juga sudah mendapatkan bantuan dari Kemensos untuk membantu pengobatan bapak Firmansyah.” Terangnya.
“Harapan kami semoga keluarga ibu Een banyak yang bantu, karena kita melihat kondisinya sangat memprihatinkan, kemudian kami berharap ada yang mau membangun rumahnya agar layak dan sehat, supaya bapak Firmansyah dan anaknya terjamin hidup sehat, karena kami melihat Binter adalah tulang punggung anak pertama, jadi kami berharap banget Bintar tetap semangat dan sembuh, karena saat Bintar ditangani oleh medis Alhamdulillah Bintar ada perkembangan, terlihat luka belakangnya sudah mengecil. Untuk sementara ini yang di lakukan oleh Bintar yaitu pengobatan alternatif, dan itupun butuh dana untuk menjalani pengobatan alternatif.” Pungkasnya.
•Wan

