Saatnya Bekasi Memerdekakan Diri Dari Jajahan Obat Keras, Ini Ungkapan Ketum Fortal

BEKASI |infokeadilan.com – Suasana perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 begitu terasa di Kabupaten Bekasi. Jalan-jalan dihiasi bendera merah putih, spanduk perayaan terpajang di berbagai sudut, dan warga antusias mempersiapkan berbagai lomba rakyat. Namun, di balik kemeriahan itu, tersimpan kenyataan kelam yang kerap luput dari sorotan. Bekasi belum benar-benar merdeka.

Bukan dari penjajah berseragam, melainkan dari ancaman mematikan bernama obat keras tipe G seperti tramadol, eksimer, dan berbagai jenis pil berbahaya yang telah lama menggerogoti generasi muda. Peredaran barang haram ini telah berlangsung hampir dua dekade tanpa penanganan serius.

Ketua Umum Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL), Kang Edo, menegaskan bahwa persoalan ini merupakan bentuk “penjajahan modern” yang justru lebih berbahaya karena merusak moral dan masa depan bangsa.

“Kalau ancaman ini terus dibiarkan, apa arti kemerdekaan yang setiap tahun kita rayakan ?” Ujarnya, Rabu (13/8/2025)

Sayangnya, upaya pemberantasan masih jauh dari kata maksimal. Para pengedar tetap leluasa beroperasi, sementara sebagian pihak yang diharapkan bersuara lantang, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah, terkesan belum menunjukkan aksi nyata yang sepadan dengan besarnya ancaman.

Ironisnya, para anggota DPRD dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi justru terlihat lebih sibuk dengan agenda politik dan pencitraan, ketimbang mengawal kebijakan tegas untuk menghentikan peredaran obat keras. Sikap diam dalam menghadapi persoalan ini sama saja dengan mengabaikan amanat kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pahlawan.

Bekasi dikenal sebagai Kota Patriot. Namun, patriotisme sejati bukan hanya slogan di spanduk atau pidato saat upacara. Patriotisme adalah keberanian untuk bertindak melindungi generasi muda dari cengkeraman narkoba dan obat keras.

Perayaan kemerdekaan akan terasa hampa jika anak-anak Bekasi masih menjadi korban racun yang merusak akal dan moral.

Kemerdekaan sejati baru akan terwujud ketika setiap generasi bebas dari ancaman obat keras. Dan itu hanya bisa tercapai jika semua pihak berani bergerak bersama, bukan sekadar menonton dari pinggir.

 

•Wan

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI