KARAWANG |infokeadilan.com – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di jalur Pantura, tepatnya di wilayah Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, pada Selasa malam (26/8/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tersebut membuat warga sekitar dan para pengendara yang melintas menjadi resah dan ketakutan.
Menurut keterangan seorang warga yang enggan disebutkan namanya, aksi tawuran ini bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Bahkan, setiap kali malam akhir pekan maupun setelah jam sekolah, kerap muncul gerombolan remaja yang diduga sudah janjian untuk melakukan aksi tawuran.
“Kami sebagai warga sangat khawatir, apalagi jalur Pantura ini ramai dilintasi kendaraan besar maupun pemotor. Tawuran seperti ini bukan hanya membahayakan mereka sendiri, tapi juga pengguna jalan lain. Kami mohon pihak kepolisian lebih aktif melakukan patroli di jalur Pantura, khususnya di titik rawan seperti Cikalongsari,” Ungkap seorang warga dengan nada tegas.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengendara maupun masyarakat sekitar. Beberapa pengguna jalan bahkan terpaksa memutar balik atau memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari bentrokan.
Menanggapi keresahan itu, warga masyarakat setempat juga menyuarakan agar aparat kepolisian bersama pihak terkait segera melakukan langkah antisipatif. Mereka menilai, jika dibiarkan, tawuran remaja ini akan terus berulang dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Kami berharap polisi segera bertindak tegas terhadap para pelaku. Jangan hanya dibubarkan saja, tapi perlu ada langkah hukum yang jelas agar memberi efek jera. Patroli rutin juga penting supaya ada rasa aman bagi masyarakat,” Ucap salah satu warga lain.
Masyarakat berharap, dengan adanya upaya patroli intensif dan penindakan tegas dari aparat kepolisian, keamanan serta kenyamanan di jalur Pantura dapat kembali terjamin. Warga menegaskan tidak ingin lagi dihantui rasa cemas setiap kali melintas, terlebih jalur tersebut merupakan akses vital perekonomian dan mobilitas masyarakat.
•Red/Edi

