KARAWANG |infokeadilan.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Rahayu, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, terus berupaya mengembangkan potensi lokal melalui sektor pertanian.
Program ini digadang-gadang menjadi unggulan desa dengan tujuan mendorong swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketua BUMDes Berkah Rahayu, Wasta Subianto alias Manyin, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengelola lahan pertanian dengan sistem sewa seluas 4,5 hektare.
“Alhamdulillah, untuk tahap awal BUMDes Berkah Rahayu menyewa lahan sawah seluas 4,5 hektare. Program ini kami arahkan untuk mendukung swasembada pangan berbasis potensi lokal,” ujar Wasta saat memaparkan program, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Jejen, salah seorang warga Dewisari, mengapresiasi langkah positif pengurus BUMDes yang baru.
“Saya berharap pengurus BUMDes terus berinovasi, tertib administrasi, serta transparan dalam pertanggungjawaban laporan. Harapannya, program ketahanan pangan ini bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Dewisari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Dewisari, Tamin Dodi, menyambut baik inisiatif BUMDes yang dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui BUMDes.
“Tentunya kegiatan positif ini akan terus kami dukung.
Alokasi 20 persen dana desa yang digulirkan sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan pertanian oleh BUMDes Berkah Rahayu dapat menjadi contoh konkret pemanfaatan dana desa yang produktif dan berkelanjutan.
“Ini bisa menjadi role model bagi desa-desa lain. Ketika dana desa benar-benar dikelola secara cerdas dan kolaboratif, hasilnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program pertanian ini, Desa Dewisari menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya sebatas wacana, melainkan nyata diwujudkan lewat pemanfaatan potensi lokal yang dikelola secara visioner.
•Jek

