Normalisasi Drainase di Cikampek Utara Terhenti, Warga dan Pengguna Jalan Keluhkan Dampaknya

KARAWANG |infokeadilan.com – Proyek normalisasi drainase di Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga, justru menuai keluhan. Pasalnya, pekerjaan yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu ini terkesan dibiarkan setelah tahap penggalian.

Diketahui proyek pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Dwi Putri Abadi dengan No SPK : 027.2/061/06.2.01.0029.13.ABT/KPA-SDA/PUPR/2025 Spesifikasi pekerjaan : Normalisasi Drainass Dusun Kampung Baru Desa Cikampek Utara Kecamatan Kota Baru dengan Volume Panjang : 144,00 m, UK. 40 x 40 cm (UDITCH) SNI dan Panjang : 8,00 m, UK. 60 x 60 cm (UDITCH) SNI, dengan nilai kontrak : Rp. 189.256.000,00 (Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) yang bersumber dari dana : APBD Perubahan Kabupaten Karawang

Warga sekitar, terutama pemilik kios di sekitar lokasi proyek, merasakan dampak langsung dari terhentinya pekerjaan tersebut.

Salah seorang pemilik kios mengeluhkan kesulitan yang dialaminya akibat adanya galian yang menghalangi akses ke kiosnya.

“Ya kurang lebih ini sudah satu minggu pak semenjak digali, tapi pemasangan U-ditch nya sampai saat ini belum juga dikerjakan, sehingga konsumen yang membeli di kios kami merasa kesusahan karena ada galian ini,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Ia berharap pekerjaan ini segera diselesaikan agar aktivitas jual beli di kiosnya dan pedagang lain dapat kembali normal.

Keluhan serupa juga datang dari salah seorang aparat desa setempat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang dan dinas terkait atas pembangunan saluran air ini.

“Sebagai pemerintah desa setempat tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang dan dinas terkait. Tetapi yang kami keluhkan saat ini adalah kenapa semenjak digali pekerjaan ini tidak dilanjut lagi, sudah seminggu lebih kalau ga salah,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa galian tersebut menyebabkan akses jalan warga menjadi terhambat, terutama saat hujan turun. Banyak warga dan pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi tersebut kepadanya.

“Ada juga sih warga dan pengguna jalan yang mengeluh kepada kami, karena pekerjaan ini belum dimulai juga pemasangannya. Ya saya kan ga tau harus bagaimana karena ini kan bukan kewenangan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berusaha memberikan pengertian kepada warga dan pengguna jalan, meskipun awalnya tidak mengetahui detail proyek tersebut.

Ia berharap pihak pelaksana proyek segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Agar akses jalan ini kembali lancar, saya berharap kepada pihak pelaksana segera lah diselesaikan pekerjaan ini,” harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dan konsultan proyek belum dapat dimintai keterangan terkait dugaan-dugaan yang muncul.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan agar proyek ini dapat segera diselesaikan dan tidak terus merugikan warga sekitar.

 

•Edi

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI