KARAWANG |Infokeadilan.com – Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Cahyadi, sebuah terobosan inovatif berupa budidaya jamur tiram kini tumbuh pesat, didanai melalui program dana ketahanan pangan.
Meski berada di wilayah yang dikenal dengan kondisi suhu panas, Desa Kamojing telah membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dapat dijalankan secara optimal.
Proses produksi dimulai dari fermentasi serbuk kayu yang dicampur dengan bekatul, kapur, dan nutrisi tambahan, kemudian dilakukan sterilisasi dan inkubasi langkah-langkah yang memungkinkan produksi berjalan konsisten hingga dapat memanen setiap hari.
Terletak di Dusun Kamojing Lebak pada lahan seluas 120 meter persegi, lokasi budidaya tersebut mengelola sekitar 6.000 hingga 8.000 baglog. Masa tanam hingga masa panen produktif mencapai kurang lebih 100 hari, dengan total siklus produksi sekitar 5 hingga 6 bulan.

Hasilnya, jamur tiram dapat diperoleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum. Bahkan, antusiasme pembeli sangat tinggi hingga mereka datang langsung ke lokasi budidaya, menjadikan pemasaran berjalan lancar tanpa hambatan. Pada setiap masa panen, hasil produksi kerap habis terjual seketika.
Program yang telah berjalan hampir satu tahun ini mulai memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Selain budidaya jamur, BUMDes Desa Kamojing juga mengembangkan sektor usaha lainnya, antara lain perikanan serta pertanian hortikultura dengan komoditas kangkung, bayam, sawi, timun, dan jagung.
Semuanya dikelola secara mandiri tanpa dukungan dari Corporate Social Responsibility (CSR), murni melalui manajemen yang profesional dari BUMDes. Ke depan, pengelola berharap dapat melakukan ekspansi skala produksi hingga mampu menembus pasar ekspor.
Kepala Desa Kamojing, Cahyadi, menyampaikan harapannya, “Program ketahanan pangan ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang terlibat.” Ujarnya.
Ia menambahkan bahwa BUMDes terbuka bagi warga yang ingin belajar maupun berkontribusi dalam pengembangan usaha desa.
“Melalui langkah inovatif dan pengelolaan yang konsisten, Desa Kamojing membuktikan bahwa upaya ketahanan pangan berbasis desa tidak hanya mampu menjamin ketersediaan pangan lokal, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.” Jelasnya.
•Edi

