Hujan Deras Guyur Karawang, SDN Tamelang 2 Purwasari Ambruk Harap Perbaikan Segera

KARAWANG |Infokeadilan.com – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, sejak pagi hari Senin (9/2/2026) lalu mengakibatkan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamelang 2 ambruk sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kegiatan belajar mengajar (KBM) telah selesai dan para siswa sudah dipulangkan lebih awal.

Intensitas tinggi hujan yang berlangsung lama diduga memperparah kondisi bangunan sekolah yang sudah lama dalam keadaan memprihatinkan. Sebelumnya, beberapa ruang kelas kerap mengalami kebocoran atap setiap kali hujan turun, bahkan terkadang terjadi genangan air karena saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut seringkali memaksa siswa memindahkan bangku agar tidak terkena air dan mengganggu proses pembelajaran.

Selain kebocoran dan genangan air, bangunan yang telah berusia tua juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan lainnya. Pintu kelas sebagian besar tidak layak pakai, rusak, dan sulit ditutup. Struktur keseluruhan tampak rapuh dengan kualitas yang terus menurun dari tahun ke tahun. Warga sekitar mengaku telah melihat tanda-tanda kerusakan sejak lama, seperti dinding yang mulai retak dan kayu penyangga atap yang lapuk. Ketika hujan deras mengguyur tanpa henti, bagian atap dan struktur bangunan akhirnya tidak mampu menahan beban hingga roboh.

Kondisi sarana belajar di dalam kelas juga jauh dari layak. Banyak bangku dan meja siswa yang rusak, kayunya lapuk, dan tidak stabil. Beberapa meja bahkan harus disangga agar tidak miring saat digunakan. Masalah ini sudah lama dikeluhkan karena dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa selama belajar.

Hasan Taufik Kepala Sekolah SDN Tamelang 2 yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi sekolah yang sudah parah.

“Termasuk MCK atau toilet juga sudah pada rusak. Beberapa kamar toliet bahkan tidak dapat digunakan sama sekali karena pipanya bocor dan kondisinya khawtir ambruk. Pengajuan rehab sejak awal tahun 2023 sudah kami kirimkan, namun hingga saat ini belum ada tanggapan apapun,” ujarnya dengan nada khawatir pada Minggu (22/2/2026)

Ia menambahkan, kondisi yang tidak layak juga telah berdampak pada motivasi belajar siswa.

“Kita melihat sendiri, anak-anak sering merasa tidak nyaman. Kadang mereka harus belajar dengan kondisi harus berbagi ruang yang sangat sempit. Kami sudah berkali-kali melaporkan dan mengajukan proposal perbaikan, tapi selalu mendapatkan tanggapan bahwa anggaran belum tersedia,” keluhnya.

Selain itu, keterbatasan jumlah ruang kelas membuat KBM harus dilaksanakan secara bergiliran atau sistem shif. Sebagian siswa belajar pada sesi pagi, sementara yang lain mengikuti pembelajaran pada sesi siang. Sistem ini berdampak pada efektivitas pembelajaran, terutama ketika cuaca buruk membuat suasana belajar semakin tidak nyaman.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat dan orang tua siswa. Mereka berharap pihak terkait memberikan perhatian serius untuk segera menangani masalah tersebut dan memastikan kegiatan pembelajaran dapat berjalan kembali dengan aman dan layak. Untuk sementara waktu, pihak sekolah tengah berkoordinasi guna mencari solusi agar proses belajar mengajar para siswa tidak terganggu.

Kejadian ambruknya SDN Tamelang 2 menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi infrastruktur pendidikan, termasuk pemeliharaan bangunan sekolah tua, penyediaan sarana belajar yang memadai, penanganan keterbatasan ruang kelas, serta peningkatan sistem drainase, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.

 

•Edi

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI