KARAWANG |Infokeadilan.com – Hanya dalam hitungan hari sejak pendaftaran dibuka, sejumlah orang tua murid di Kabupaten Karawang dilaporkan mengalami kebingungan akibat gangguan teknis yang kerap terjadi pada sistem pendaftaran online Penerimaan Calon Murid Baru – Seleksi Penerimaan Murid Baru (PCMB-SPMB) Tahun 2026. Masalah ini memunculkan berbagai pertanyaan, bahkan diduga memicu kecurigaan mengenai keandalan sistem dan proses yang berlangsung.
Salah satu hal yang dinilai janggal adalah munculnya dugaan nomor urut ganda dalam tampilan sistem pendaftaran online di SMAN 3 Karawang, sebuah kejadian yang mengundang dugaan dan tanda tanya mendalam. Muncul pertanyaan: apakah hal ini benar-benar disebabkan oleh gangguan pada server, atau terdapat hal lain yang terjadi di balik layar sistem pendaftaran tersebut.
Salah satu orang tua siswa yang menyampaikan pengalamannya adalah AYM. Ia pertama kali menemukan ketidakwajaran tersebut saat memeriksa data pendaftaran putranya. Ketika halaman data terbuka, yang terlihat justru nomor urut ganda yang terduplikasi, sehingga menimbulkan keraguan dalam benaknya.
“Awalnya saya mengira hal ini hal biasa. Saya mengecek untuk memastikan posisi pendaftaran anak saya, karena saat itu posisinya sudah berada di ambang batas dan berisiko terhapus. Benar saja, saat itu muncul nomor urut ganda. Saya sempat menanyakan hal ini kepada beberapa rekan yang memiliki hubungan dengan pihak sekolah, dan jawaban yang diterima adalah bahwa server sedang mengalami gangguan. Saat itu saya masih bisa memaklumi penjelasan tersebut,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kekhawatiran semakin bertambah ketika AYM memutuskan untuk kembali memeriksa tautan pendaftaran pada Selasa, 9 Juni 2026. Alih-alih menemukan perbaikan, justru hal yang tidak diharapkan terjadi, data pendaftaran anaknya dinyatakan terhapus, meskipun sebelumnya disebutkan sistem sedang tidak stabil.
“Yang membuat saya heran adalah, saat pertama kali mengecek, sudah terlihat nomor urut ganda dan dikatakan server sedang eror. Saat saya cek kembali Selasa siang, nomor urut ganda itu masih ada. Namun, yang membuat saya bingung, sebelumnya posisi anak saya masih tercatat, meski berada di posisi yang tidak terlalu aman, namun saat dicek ulang data tersebut justru sudah hilang dan terhapus. Jika benar sistemnya sedang bermasalah, saya rasa seluruh data tidak dapat diakses atau tidak berjalan dengan semestinya. Bagi saya hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah sistemnya benar-benar bermasalah, atau ada hal lain yang terjadi?” tegasnya dengan nada kesal.
Menanggapi berbagai kendala yang dihadapi para pendaftar, Kepala Sekolah SMAN 3 Karawang saat dikonfirmasi terkait dengan hal itu menyampaikan penjelasan mengenai kondisi teknis yang terjadi. Ia membenarkan bahwa sistem pendaftaran tersebut belum beroperasi secara sempurna dan masih memerlukan perbaikan.
“Kondisi system sampai saat ini belum stabil masih ada beberapa bug yang sedang diperbaiki oleh tim pengembang, sehingga mengakibatkan hasil seleksi sementara, rank data terus terjadi perubahan. Mohon di cek saja secara berkala. Karena kami SMAN 3 hanya sebagai pengguna aplikasi artinya kita hanya diberi akses untuk memverifikasi data data CMB yang daftar ke SMAN 3.” jelasnya, Selasa (9/6/2026).
“Mohon maaf coba tanya langsung ke bagian IT supaya lebih jelas, sebab itu aplikasi saya juga kurang memahami, itu mah ranahnya IT.” pungkasnya.
Menyikapi berbagai permasalahan yang muncul, masyarakat kini mendesak agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan transparan terhadap sistem teknologi informasi yang digunakan dalam PCMB-SPMB Jawa Barat tahun ini. Evaluasi dianggap sangat mendesak dilakukan guna memastikan asas keadilan, keterbukaan, dan pertanggungjawaban dapat ditegakkan, sehingga hak atas pendidikan yang layak bagi generasi muda Jawa Barat tidak terabaikan akibat ketidaksiapan sistem yang beroperasi.***

