Orangtua Kebingungan, Nama Dinyatakan Diterima Di Sistem, Tapi Gagal Di Hasil Akhir SPMB SMKN 1 Karawang

KARAWANG |Infokeadilan.com  – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 kembali menyisakan pertanyaan besar sekaligus kekecewaan mendalam bagi salah satu wali siswa. Harapan yang semula membuncah, berubah menjadi kebingungan setelah adanya ketidaksesuaian informasi yang ditampilkan dalam sistem pendaftaran daring.

Dugaan kasus ini dialami oleh Burhan Kosasih, orangtua dari Khamelathul Ashiroh Rizqiah, lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ikhlas. Awalnya, saat mengakses laman pendaftaran pada tahap kedua, nama anaknya tertera sebagai peserta yang dinyatakan diterima di SMK Negeri 1 Karawang. Kabar tersebut sempat membawa kelegaan, mengingat sekolah itu merupakan pilihan utama sekaligus cita-cita sang anak.

Namun kenyataan harus berubah drastis saat pengumuman hasil akhir resmi dibuka. Nama Khamelathul justru tidak ditemukan dalam daftar kelulusan, bahkan tercatat sebagai peserta yang tidak lolos seleksi.

“Sebagai orangtua sebenarnya saya tidak memahami alur teknis yang terjadi di balik layar. Namun yang saya lihat sendiri, saat mengecek status di tengah proses tahap kedua, nama anak saya sudah tertulis diterima di SMKN 1 Karawang. Kami tentu merasa senang, karena keinginan anak untuk bersekolah di sana seolah sudah terwujud. Tapi begitu hasil akhir diumumkan, justru sebaliknya nama anak saya tidak diterima. Kenapa hal seperti ini bisa terjadi?” ungkap Burhan dengan nada heran bercampur kecewa.

Tidak hanya itu, ketidakjelasan ini semakin membebani pikiran keluarga karena tidak ada penjelasan resmi maupun pemberitahuan tertulis yang menyertai perubahan status tersebut. Keluarga pun bertanya-tanya, apakah ada revisi aturan yang tidak disosialisasikan ? Apakah terdapat kesalahan penginputan data? Atau justru sistem yang digunakan belum sepenuhnya stabil dan akurat ?

Sampai saat ini, pihak keluarga belum mendapatkan kejelasan mengenai perbedaan status yang mencolok antara tampilan sistem di tengah proses dengan hasil akhir yang dikeluarkan. Hal ini pun memicu kekhawatiran: berapa banyak peserta lain yang mungkin mengalami hal serupa namun belum menyadarinya?

Merespons keresahan yang terjadi, awak media berupaya menghubungi dan meminta klarifikasi resmi dari Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, H. Rosli, guna mendapatkan penjelasan yang berimbang. Namun sayangnya, upaya konfirmasi berujung sia-sia. Panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan, dan nomor yang tertera justru terindikasi tidak aktif.

Terjadinya dugaan kasus ini pun memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar yang patut mendapat jawaban dari pihak berwenang.

Bagaimana sebenarnya alur verifikasi dan validasi data yang berlaku dalam sistem SPMB ?

Apakah status yang ditampilkan di tengah proses memiliki kekuatan hukum atau sekadar informasi sementara?

Aturan teknis apa yang mengatur perubahan status penerimaan di tahap akhir? Dan langkah apa yang disiapkan untuk menjamin hak peserta didik serta transparansi informasi bagi seluruh masyarakat?

Sementara itu, menurut penjelasan ketua PPID SMKN 1 Karawang Pono Siswanto mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi pada tanggal 06 Juli 2026 hingga pukul 21 : 00 WIB lebih dari 100-150 siswa belum terverifikasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa status yang telah di verifikasi tersebut menjadi Vending dan tidak masuk ke sistem, karena sistem yang tidak update.

Lebih lanjut dikatakannya, selama 3 hari, sejak tanggal 05-08 Juli 2026, sistem baru bisa update lagi pada hari Rabu 08/07/2026 sekitar pukul 18.05 WIB.

“Halo pak, jawabannya tetap sama ya pak. Bisa di info “titik akhir” itu kapan pak ? Dan bisa di informasikan itu screenshot nya kapan? Ada di bagian informasi file, mangga dikirim ke sini ya pak. Terakhir update di screenshot kedua, itu SEBELUM 08/07/2026 18.05.” jawabnya saat melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/7/2026) malam.

“1. Pada tanggal 05 itu memang status dia #9

2. Kita masih verif tanggal 06, ada sekitar lebih 100-150 siswa yang belum keverif

3. Kami verif sampe jam 9 malam

4. Status yang sudah kami verif itu menjadi PENDING tidak masuk ke sistem karena memang sistem yang tidak update

5. Selama 3 hari, 05-08 Juli 2026, sistem baru update lagi rabu 08/07/2026 jam 18.05.” terangnya.

Ironisnya, ketika diminta keterangan lebih jelas tentang ketidak tahuan sistem, karena dilapangan yang terjadi para orangtua siswa memang tidak memahami terkait bagaimana sistem bekerja, namun penjelasan yang diberikan diduga terkesan menyudutkan.

“Tolong jangan menyebut “titik akhir” ya pak karena itu klasemen sementara, pengumuman nya baru kemarin siang yang menjadi titik akhir. Saya yakin ss no 2 itu sebelum Rabu, karena terakhir updatenya 5 Juli, sementara update terakhir kali sebelum pengumuman, tanggal 9😊.” paparnya.

“Pending itu apa? Seperti bapak WhatsApp saya, tetapi tidak punya kuota internet, itu pasti WhatsApp nya jam abu, bukan ceklis 2 (mangga dicoba wa saya tapi datanya dimatikan). Ketika bapak nyalain data internetnya, baru akan masuk ke sistem wa. Kurang lebih analogi nya seperti ini.” jelasnya lagi.

Di akhir pernyataannya, pihaknya meminta file screenshoot dan mengarahkan untuk datang ke sekolah untuk keterangan lebih konkret.

“Mangga saya minta informasi file screenshot yang kedua ya pak, karena akan ada tanggal nya disitu. Mohon dilampirkan ya pak. Jika orang tua menganggap seperti itu, maka itu diluar kuasa kami ya pak. Karena jelas di websitenya sendiri tulisannya _Ranking sementara_😊. Mangga kesekolah aja pak orang tuanya jika ingin penjelasan dari kami ya pak. Kami selalu ada bagian informasi. Apa orang tua tersebut sudah datang dan menanyakan? Apa orang tua tersebut sudah whatsapp kesini jika terhalang jarak?.” pungkasnya

Hingga berita ini ditayangkan, upaya untuk mendapatkan tanggapan dari pihak SMKN 1 Karawang masih terus dilakukan.***

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI