BEKASI | Infokeadilan.com – Keluhan masyarakat atas tingginya tingkat debu di ruas Jalan Tegal Danas, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, kini mulai mendapatkan penanganan nyata. Sebelumnya, warga Kampung Tegal Danas telah memasang spanduk bertuliskan “Darurat Debu” pada akhir Juli 2026 sebagai bentuk protes atas kondisi lingkungan yang semakin mengganggu.
Sumber utama permasalahan diduga berasal dari ceceran material beton yang jatuh dari truk pengangkut milik sejumlah batching plant yang setiap hari melintas guna menyuplai kebutuhan proyek di kawasan industri. Material yang tercecer di permukaan jalan lama-kelamaan mengering dan terurai menjadi debu halus yang kemudian beterbangan, menyelimuti sepanjang Jalan Tegal Danas yang merupakan jalur vital akses menuju kawasan GIIC Deltamas serta Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena tidak hanya mengganggu kenyamanan sehari-hari, melainkan juga mengancam aspek kesehatan pernapasan serta membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Desa Jayamukti bergerak sigap dan melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pengelola batching plant yang beroperasi di sekitar jalur Kalimalang dan Tegal Danas.
Kepala Desa Jayamukti, Iwan Gepeng, menyampaikan bahwa pihak pengelola industri telah merespons positif seruan pemerintah desa untuk melakukan penanganan segera.
“Kami telah meminta kepada seluruh batching plant yang beroperasi di seputaran Jalan Kalimalang maupun Tegal Danas untuk melaksanakan penyiraman jalan secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari. Alhamdulillah, respon mereka sangat baik dan langsung menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai dengan instruksi yang telah disepakati,” ujar Iwan Gepeng, Rabu (5/8/2026).
Selain langkah yang diambil oleh pemerintah desa dan pelaku usaha, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi juga turun tangan. Pihaknya melakukan penyelidikan mendalam serta pemeriksaan terhadap kelengkapan aspek perizinan operasional sejumlah batching plant terkait. Tak hanya itu, DLH juga menurunkan mobil tangki air untuk membantu memperluas jangkauan penyiraman guna meminimalkan dampak debu yang mengganggu masyarakat.
Pemerintah berharap langkah cepat ini dapat meredakan keluhan warga sebagai solusi sementara, sekaligus menjadi awal evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional batching plant agar permasalahan serupa tidak berulang di masa mendatang.
Di sisi lain, warga berharap pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material beton dapat semakin diperketat, sehingga risiko ceceran di jalan dapat dihilangkan sepenuhnya. Dengan demikian, aktivitas masyarakat di sekitar dapat berjalan kembali dengan aman, nyaman, dan sehat.
•Wan

