KARAWANG, Infokeadilan.com – Kemacetan parah kembali mengular dan mengganggu mobilitas warga di kawasan perlintasan kereta api Cikampek, Kabupaten Karawang. Kondisi seperti ini terus dikeluhkan masyarakat, khususnya para pekerja dan pelajar yang melintas pada jam-jam aktif mobilitas tepatnya dipagi serta sore hari.
​Pertumbuhan volume kendaraan roda dua dan roda empat yang pesat dinilai belum seimbang dengan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti flyover tambahan maupun underpass, yang diharapkan oleh warga.
​Salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa titik kemacetan terparah berkonsentrasi di perlintasan bawah Flyover Cikampek dan JPL 1 dekat Stasiun Cikampek. Menurutnya, persoalan ini sudah menjadi keluhan yang cukup lama dan dinilai tak kunjung mendapat penanganan secara permanen.
​”Kondisi seperti ini kerap terjadi setiap hari pada jam sibuk berangkat kerja dan sekolah, serta saat jam pulang kantor di sore hari. Volume kendaraan sangat tinggi, sementara palang pintu sangat sering ditutup akibat frekuensi kereta yang tinggi,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

​Berdasarkan pemantauan di lapangan terdapat sejumlah faktor utama yang memicu kesemrawutan lalu lintas di kawasan tersebut yang diduga terjadi ​pada jam sibuk, jeda melintas antar-kereta api berkisar antara 5 hingga 10 menit. Bahkan, tidak jarang dua rangkaian kereta melintas secara berurutan dari arah berlawanan, menyebabkan palang pintu tertutup dalam durasi yang cukup lama hingga memicu antrean kendaraan mengular panjang.
​Kebijakan penutupan permanen beberapa titik perlintasan sebidang liar di wilayah Cikampek berimbas pada menumpuknya seluruh arus kendaraan di perlintasan resmi yang tersisa.
​Kurangnya kedisiplinan pengendara memperparah situasi hingga memicu kemacetan total (gridlock). Banyak pengguna roda dua dari arah berlawanan seperti dari arah Sukaseuri nekat mengambil jalur kanan dan melawan arus karena tidak sabar menanti palang pintu terbuka.
​Selain penutupan palang pintu, faktor fisik jalan perlintasan yang berlubang dan licin turut melambatkan laju kendaraan. Tidak sedikit pengendara motor yang mengalami slip. Warga menilai perbaikan jalan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara atau sekadar penambalan ringan, sehingga kembali rusak dalam waktu singkat.
​Masyarakat Cikampek berharap Pemkab Karawang bersama pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta pihak terkait dapat segera memberikan solusi konkret dan permanen guna mengurai simpul kemacetan yang dinilai dapat merugikan produktivitas warga.
•Edi Bahar

