Soroti Jalan Prof. M Yamin, Sampah, Parkir Liar,  Uditch, dan Terong Terbuang 

BEKASI, Infokeadilan.com – Hasil pantauan wartawan terhadap relokasi PKL, baik dijalan Ir.H. Juanda, atau pun dijalan Prof. M. Yamin ternyata masih ada saja pedagang PKL yang berjualan diseputar dua jalan tersebut. Meskipun para pedagang belum ramai dan berdagang dengan “malu-malu” tetapi tetap saja mereka membuka dagangannya demi mengais rejeki.

Beberapa pedagang sempat ditanya, kenapa tidak mau masuk (pindah kelokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah, rata-rata menjawab “Sepi”, Minggu (11/10/2026).

Dan wartawan kami juga memantau akun-akun dimedia sosial ternyata minim bahkan nyaris “Tidak Ada” yang menyoal penghasilan para PKL sebelum dan sesudah direlokasi.

1. Jalan Ir. H. Juanda belum steril dari PKL

2. Jalan Prof. M. Yamin belum steril dari PKL

3. Jalan Prof. M. Yamin menjadi termpat parkir liar

4. Masih banyak sekitar Pasar Baru yang juga Melanggar Aturan namun yang di “bedaki” hanya 2 (dua) jalan tersebut, agar terlihat cantik dan estetik

5. Pengembang Pasar Baru diduga ikut berbisnis dengan PKL (Uwning dijalan Sanggrek)

6. PKL Underpass, PKL, Sanggrek, PKL Blok FG, PKL sepanjang Tembok KAI,  PKL Kusuma, (Mereka aman dan “Merdeka”).

7. Pakai ilmu “Bisnis apa” sehingga anak SMP di-edukasi untuk belanja? Dan pakar ekonomi mana yang diambil pengetahuannya oleh Pemkot Bekasi dan Pengelola Pasar, sehingga meyakini bahwa dagang sayuran dirooftop itu untung?

Segitu dulu, catatan redaksi menyoroti perkembangan Pasar Baru, selain itu terlihat juga bungkusan terong terbengkalai. Warga harap bersabar ya, pemasangan Uditch tahun 2027 tanggal dan bulannya belum ditetapkan. Selamat “bersenang-senang” warga sekitar.**

 

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI