KARAWANG, Infokeadilan.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Karawang tidak hanya ditandai dengan upacara seremonial belaka. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara khusus menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelenggarakan kegiatan khatam Al-Qur’an bersama para hafiz dan hafizah dari Kementerian Agama (Kemenag).
Inisiatif ini menjadi nilai pembeda mendasar pada peringatan Hari Santri tahun ini. Para penghafal Al-Qur’an diterjunkan langsung ke setiap kantor OPD untuk memimpin serta menuntaskan lantunan ayat-ayat suci di lingkungan birokrasi pemerintahan setempat.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar spiritual dalam membumikan nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika pelayanan publik, sekaligus memohon keberkahan bagi seluruh warga Karawang.
”Tidak ada alasan untuk tidak mencari keberkahan pada momentum Hari Santri ini. Semoga ikhtiar ini menghadirkan kebaikan dan keberkahan yang berlimpah bagi kita semua,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Hari Santri menjadi momentum krusial untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pesantren. Terlebih, Kabupaten Karawang kini menaungi hampir 632 pondok pesantren yang berperan aktif membentuk karakter moral dan menyiapkan generasi unggul penerus bangsa.
Di luar kegiatan seremonial, Pemkab Karawang berkomitmen penuh mendukung pendidikan keagamaan secara berkelanjutan, antara lain melalui pemberian insentif bagi guru ngaji serta program beasiswa Karawang Cerdas.
Beliau menjelaskan bahwa program Karawang Cerdas dirancang inklusif. Selain mengapresiasi anak-anak berprestasi di bidang akademik, program tersebut memberikan perhatian mendalam bagi para generasi muda penghafal Al-Qur’an.
”Kami sangat bangga melihat perkembangan ini. Hari ini, capaian dan perhatian bagi para hafiz dan hafizah di Kabupaten Karawang terus meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, H. Sopian, mengapresiasi pelaksanaan khatam Al-Qur’an serentak di seluruh OPD sebagai terobosan bernilai spiritual tinggi yang membedakannya dari tahun-tahun sebelumnya.
”Kami menerjunkan lima hingga enam hafiz dan hafizah ke setiap OPD untuk mendampingi rangkaian kegiatan simaan serta khatmil Qur’an secara khidmat,” jelas Sopian.**

