KARAWANG, Infokeadilan.com — Pemerintah Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, membangun ruang kolaborasi sosial bersama Himpunan Pengusaha Jomin Barat melalui pergelaran Tabligh Akbar dalam rangka Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) pada Sabtu (24/10/2026).
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah Islamiah Menuju Generasi yang Solid dan Berakhlak Mulia Desa Jomin Barat”, kegiatan ini tak sekadar menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga momen krusial untuk mempererat tali persaudaraan serta mengukuhkan sinergi antara pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat.
Acara yang dipusatkan di Lapangan Bola Jalan Nasional DKI–Jabar, Kampung Margamulya, Desa Jomin Barat tersebut menghadirkan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemkab Karawang, yakni Aep Saepudin, unsur Muspika Kotabaru, Ahmad Mustopa, Hendra Saparudin, Encep Sumarna, Tatang Hidayat, perwakilan anggota DPRD Karawang, serta jajaran pengurus Himpunan Pengusaha Jomin Barat.
Tatang Hidayat menyampaikan rasa syukur mendalam atas terlaksananya kegiatan keagamaan yang telah lama diimpikan warga Jomin Barat tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Porsidami 2026 dan tonggak awal kemitraan strategis antara pemerintah desa dan para pelaku usaha lokal.
”Alhamdulillah, impian kita untuk menyelenggarakan Tabligh Akbar bersama dai nasional dapat terwujud pada tahun ini. Kami berharap dukungan penuh dari para tokoh pengusaha ini terus berlanjut, sehingga kegiatan bermakna seperti ini dapat kembali digelar pada masa mendatang,” ujar Tatang.
Tatang menjelaskan, terlaksananya acara ini merupakan buah dari kepedulian dan kontribusi nyata sekitar 19 pengusaha lokal. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa materiil, tetapi juga sumbangsih pemikiran, tenaga, dan komitmen penuh demi menyukseskan acara.
”Ini adalah kolaborasi perdana yang sangat berkesan. Kehadiran para pengusaha menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat, sebab seluruh pembiayaan acara murni ditopang oleh rekan-rekan pengusaha di lingkungan Jomin Barat tanpa membebani warga,” ungkapnya.
Lebih jauh, Tatang menegaskan bahwa keberadaan Himpunan Pengusaha Jomin Barat tidak dirancang sekadar untuk agenda seremonial semata. Lebih dari itu, wadah ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Melalui kebersamaan ini, pemerintah desa tengah merancang sejumlah program kepedulian. Salah satu fokus utamanya adalah pemberian santunan secara berkala kepada sekitar 44 guru ngaji di Desa Jomin Barat, termasuk para pengajar ngaji tradisional yang selama ini tulus mengabdi. Selain itu, wacana perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga yang membutuhkan juga mulai dimatangkan.
”Di desa kami ada sekitar 44 guru ngaji yang patut kita beri perhatian lebih. Kami berharap ke depan ada bantuan rutin dari jaringan pengusaha ini. Begitu pula dengan program perbaikan rumah tidak layak huni yang sedang kami persiapkan,” terangnya.
Agar niat baik para pengusaha dapat dirasakan tepat sasaran, Tatang menekankan pentingnya tata kelola program sosial yang terencana, terukur, dan transparan. Pemerintah Desa Jomin Barat berkomitmen untuk menjadi jembatan yang akuntabel dan dapat dipercaya dalam mengelola serta menyalurkan kepedulian tersebut.
”Para pengusaha memiliki niat mulia untuk berbagi. Namun, mekanismenya harus terkontrol dan transparan. Kami siap menjadi mitra yang amanah agar niat bersedekah ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi warga,” tegasnya.
Penyelenggaraan Tabligh Akbar ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terorganisasi di Desa Jomin Barat. Melalui paduan syiar agama dan aksi nyata, Pemerintah Desa Jomin Barat optimis dapat mewujudkan masyarakat yang solid, sejahtera, dan berakhlak mulia.
•Edi Bahar

