Puluhan Warga Kutamekar Karawang Keracunan Asap Kimia Menyengat, 43 Orang Dilarikan ke IGD RS Rosela

KARAWANG, Infokeadilan.com — Puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, diduga mengalami keracunan massal setelah terpapar kepulan asap serta bau kimia yang sangat menyengat yang diduga dari PT Pindo Deli II pada Kamis (29/10/2026) pagi. Menurut informasi yang didapat dari pendataan sementara, jumlah korban yang terdampak mencapai 60 orang.

​Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas keamanan Rumah Sakit Rosela, sebanyak 43 orang korban saat ini tengah mendapatkan penanganan medis intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

​Salah seorang warga yang ditemui awak media di area RS Rosela mengungkapkan, insiden tersebut terjadi pada pagi hari. Meski tidak mengetahui secara pasti sumber awal kejadian, ia mendapati anaknya yang masih bersekolah telah mengeluhkan sakit pada bagian mata dan gangguan pernapasan setibanya ia di rumah dari berdagang keliling.

​”Anak saya yang masih sekolah terkena dampak dan sekarang sedang ditangani di ruang IGD bersama warga lainnya,” ujarnya.

Foto : Ruang IGD RS Rosela dan data 43 warga yang terdampak

Ia mengaku sempat merasakan gejala serupa, yakni mata perih dan sesak napas ringan. Namun, karena saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah dan tengah berkeliling berdagang, dampak yang dirasakannya tidak separah yang dialami sang anak.

​”Ya, saya juga sempat merasakannya, mata perih dan napas agak sesak, tetapi tidak terlalu parah karena posisi saya sedang keliling berdagang dan jauh dari rumah. Namun, anak saya yang berada di rumah terkena dampaknya lebih parah. Ia sempat merintih dan mengeluh kesakitan, makanya sekarang dilarikan ke RS Rosela ini,” terangnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen maupun tim medis RS Rosela belum dapat memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini kondisi warga yang tengah menjalani perawatan tersebut. Pihak berwenang dan instansi terkait juga masih dinanti keterangannya guna memastikan sumber serta penyebab pasti dari insiden ini.

 

•U.S/Red

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

PEMERINTAHAN

POLITIK

- Advertisement -spot_img

KRIMINAL

BERITA PILIHAN

HUKUM

POLRI