KARAWANG, Infokeadilan.com — Keselamatan ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamanmekar 1, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, kini berada di ambang kecemasan. Alih-alih mendapatkan ruang belajar yang aman dan representatif, para siswa justru harus bertaruh nyawa di bawah ancaman bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah di berbagai titik.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, kerusakan infrastruktur sekolah ini meliputi struktur tembok yang mengkhawatirkan, kusen pintu serta jendela berbahan kayu yang telah lapuk dimakan usia, hingga material plafon yang kian rapuh. Situasi ini praktis mereduksi kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM) serta memicu kekhawatiran mendalam bagi para orang tua murid.
Elsa, siswi kelas VI sekolah tersebut, menyuarakan kepolosannya sekaligus desakan moral bagi pucuk pimpinan daerah.
”Pak Bupati, sekolah ini perbaiki biar belajarnya nyaman,” ungkapnya penuh harap.

Nada serupa disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah SDN Tamanmekar 1, Amsar. Ia menegaskan bahwa kekhawatiran para orang tua bukan tanpa dasar, terlebih ancaman musim hujan saat ini kian meningkatkan potensi bahaya di lingkungan sekolah. Pihaknya mendesak agar rencana rehabilitasi yang selama ini digaungkan tidak sekadar menjadi wacana di atas meja birokrasi.
”Kami berharap sekolah ini segera dibangun. Kami khawatir atas keselamatan siswa, apalagi sekarang menghadapi musim hujan,” ujar Amsar saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
Sebagai fasilitas publik yang setiap hari menampung aktivitas lebih dari 200 peserta didik beserta tenaga pendidik, kondisi infrastruktur SDN Tamanmekar 1 seharusnya menduduki skala prioritas dalam penganggaran daerah.
Amsar menambahkan, meski informasi ihwal rencana pembangunan sempat disebut masuk dalam draf program tahun mendatang, pihak komite tetap mendesak adanya transparansi dan kepastian jadwal eksekusi yang riil.
”Kami berharap ada kepastian yang benar-benar dan direalisasikan,” tegasnya.
Menanggapi persoalan ini, lambatnya respons preventif dari instansi berwenang menjadi sorotan tajam. Publik mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan melakukan peninjauan langsung tanpa menunggu jatuhnya korban jiwa.
Keselamatan peserta didik merupakan mandat konstitusional yang tidak boleh ditawar-tawar apalagi dibiarkan berlarut-larut. Sudah saatnya Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang membuktikan komitmen nyatanya terhadap mutu dan keamanan fasilitas pendidikan dasar di pelosok daerah, bukan sekadar menjadikannya catatan administratif tahunan.**

