KARAWANG |Infokeadilan.com – Dugaan adanya kegiatan penyelewengan distribusi BBM yang di lakukan oleh salah satu oknum sopir tangki dengan Nomor Polisi T 9472 DG yang membawa BBM bersubsidi untuk di salurkan ke SPBU di wilayah Karawang Utara, Selasa (21/5/2024)
Pantauan awak media dilapangan di temukan ada satu armada mobil tangki yang membawa BBM bersubsidi diduga sedang melakukan penyaluran ilegal (Kencing sembarangan-red). Kegiatan ilegal tersebut diduga sengaja dilakukan oleh oknum sopir dan disinyalir sudah kesekian kalinya.
Kegiatan penyaluran BBM bersubsidi (kencing sembarangan-red) tersebut terjadi di jalan raya Rengasdengklok-Batujaya tepatnya di wilayah Dusun Pacing Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang sekitar pukul 12 : 00 WIB oleh oknum sopir yang membawa mobil truk tangki berwarna Merah Putih dengan Nomor Polisi T 9472 DG yang sedang parkir di pinggir jalan yang menuju ke arah Batujaya tepatnya di jalur Rengasdengklok-Batujaya.
Curiga dengan mobil tangki tersebut, akhirnya awak media coba mendekati, dan akhirnya di dapati bahwa oknum sopir sedang mengambil BBM Jenis bensin dari dalam tangki yang di isikan ke dalam galon air mineral yang sudah disiapkan oleh salah satu warga yang di duga oknum pengepul BBM.
Saat akan dikonfirmasi oknum sopir tersebut bergegas pergi bersama mobil kijang warna berwarna merah yang diduga mengangkut puluhan galon BBM bersubsidi hasil kencing tangki pertamina.
Menurut warga yang meminta namanya tidak dipublish mengatakan, bahwa dirinya belum tau secara jelas tentang hal tersebut, karena tidak mengerti dan memahami aturannya.
“Kalau untuk hal itu mah saya juga kurang paham pa, saya hanya orang awam, hanya masyarakat biasa. Apalagi ngomong masalah aturanya.” Ucapnya.
Ketika di tanya apakah kegiatan tersebut sering terjadi di wilayah tersebut, warga menjawab, ” Saya tidak tau pasti pak, apakah itu sering dilakukan atau tidak, tapi kalau memang tidak terbiasa menurut saya sih tidak akan bisa membeli langsung di mobil tangki, sepertinya itu menurut dugaan mah biasa di lakukan.” Tambanhnya.
Terkait dengan kejadian tersebut awak media coba mencari pihak terkait untuk melakukan konfirmasi, namun sayang upaya awak kedia bisa mendapatkan jawaban ternyata sia sia, atau dengan kata lain nihil, karena informasi yang di dapat kejadian tersebut diduga tak berarti bagi pihak terkait.
•Red

