BANDUNG |Infokeadilan.com – Taufik Maulana, atlit lompat jauh T20 dari Desa Cipagolo, Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, berhasil meraih juara kedua di final Kejuaraan Olahraga Nasional (POPNAS) XVII Peparpenas 2025 di Jakarta. Meskipun menjadi kebanggaan desa dan provinsi Jawa Barat, prestasi ini terasa pahit karena atlit tersebut tidak mendapatkan dukungan dari oknum kepala desa Cipagolo yang bahkan doduga menolak izin keberangkatan, Rabu (03/12/2025).
Kronologinya dimulai hari sebelum keberangkatan, ketika Taufik yang akan mewakili Jawa Barat meminta izin dan dukungan dari pihak desa. Awalnya oknum kades tersebut mengizinkan, namun izin tersebut tiba-tiba dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas.
Padahal mobil operasional desa masih tersedia. Keberangkatan Taufik yang dijadwalkan pukul 7.30 pagi pun harus melibatkan biaya sewa mobil rental sendiri, tanpa bantuan apapun dari pemerintah setempat.
“Seharusnya kades desa bangga ada atlit yang mewakili provinsi di tingkat nasional di wilayahnya. Tapi kenyataannya, kita tidak mendapatkan dukungan apapun, bahkan izin keberangkatan pun ditolak,” ujar orang tua Taufik, yang mengaku merasa sedih namun juga bangga dengan prestasi anaknya.
Taufik, yang berasal dari keluarga sederhana, berhasil membuktikan kemampuannya dengan meraih juara kedua di ajang bergengsi tersebut. Keberhasilan ini menjadi cerminan potensi besar generasi muda di desa Cipagolo, yang seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari pihak pemerintah lokal.
Oleh karena itu, diharapkan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Camat Bojong Soang, dan Bupati Bandung serta Gubernur Jawa Barat dapat menegur oknum Lades Cipagolo yang diduga lalai terhadap masyarakat nya.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kepala desa untuk lebih melayani masyarakat dan mendukung program-program positif yang mengangkat prestasi anak bangsa.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari oknum Kades Cipagalo terkait dugaan tersebut.
•Tim Infokeadilan

