KARAWANG |Infokeadilan.com – Dalam rangka menyambut malam takbiran 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Karawang menyelenggarakan Festival Ngadulag sebagai wujud syiar agama dan pelestarian budaya lokal khas daerah. Untuk Zona 2, acara berpusat di halaman Kantor Kecamatan Cikampek pada hari Jum’at (20/03/2026) malam mulai pukul 20.00 WIB, dengan meriah dan penuh ketertiban.
Festival yang menampilkan parade seni tabuh bedug ini diikuti oleh perwakilan dari 10 kecamatan, yaitu Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari, dan Kotabaru. Setiap kecamatan mengirimkan satu kelompok yang terdiri dari satu vokalis dan lima pemusik, dengan ketentuan hanya menggunakan alat musik tradisional seperti bedug, rebana, gendang, dan gong tanpa campuran alat musik modern. Setiap tim diberikan waktu maksimal lima menit untuk menunjukkan kreativitas dengan nuansa Islami dalam penampilannya.
Camat Cikampek, Adi Firmansyah, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar perlombaan.
“Festival Ngadulag merupakan bentuk syiar Islam sekaligus upaya bersama untuk melestarikan budaya tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Karawang,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan di satu lokasi bertujuan untuk meminimalkan kemacetan dan menjaga keamanan pada malam yang penuh berkah tersebut, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas acara.
Tema yang diusung pada Festival Ngadulag tahun ini adalah “Dengan Gema Takbir Mari Lestarikan Budaya Ngadulag Dalam Semangat Persatuan Untuk Karawang Maju,” yang mengedepankan pentingnya memelihara warisan budaya bedug dan memperkuat tali persaudaraan masyarakat.
Setelah melalui penilaian dewan juri tingkat kabupaten, Kecamatan Jatisari berhasil meraih juara pertama dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp5.000.000. Di posisi kedua adalah Kecamatan Telagasari dengan hadiah Rp3.000.000, sedangkan juara ketiga diraih oleh Kecamatan Lemahabang Wadas dengan hadiah Rp2.000.000.
Sekretaris Kecamatan Cikampek, H. Ari Maulana, S.KM., M.M., menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lokasi, area parkir, hingga aspek keamanan yang dilakukan melalui koordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait.
Selain sebagai ajang kompetisi, Festival Ngadulag juga berperan sebagai sarana silaturahmi antarwarga dan wadah untuk mengembangkan kreativitas generasi muda, khususnya remaja masjid, dalam mengemas seni tabuh bedug secara variatif dan harmonis.
Pemerintah Kabupaten Karawang berharap acara ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat identitas budaya religius, dan menghadirkan malam takbiran yang aman, tertib, serta penuh makna.
•Edo Bahar

